Risk Register Rumah Sakit



Risk register (daftar Resiko) rumah sakit merupakan macam-macam resiko yang terdapat di rumah sakit. Resiko menurut wikipedia merupakan bahaya, akibat atau konsekuensi dari suatu kegiatan. Seperti yang kita ketahui, di dalam rumah sakit banyak terdapat aktivitas-aktivitas yang mengandung resiko, baik aktivitas medis maupun nonmedis. Di rumah sakit juga terdapat area-area beresiko yang didalamnya terdapat banyak resiko. Resiko bisa juga didefinisikan sebagai kemungkinan bahaya akibat sesuatu. Bila bahaya adalah sebuah dampak, maka resiko adalah kemungkinan terjadinya bahaya tersebut. Bisa dibilang bahwa sebuah resiko belum pasti terjadi, namun bila terjadi maka akan membahayakan. Ya bahaya dan resiko adalah suatu kesatuan yang saling terkait satu sama lain.

Di rumah sakit resiko tidak hanya dapat menerpa petugas/staf rumah sakit, tapi bisa juga terjadi pada pasien, keluarga pasien, supplier, vendor, pengunjung ataupun tamu. Selain itu besaran resiko di rumah sakit juga berbeda-beda. Resiko di area medis tentu berbeda dengan resiko di tempat umum seperti kantin. Resiko di kamar pasien tentu berbeda dengan resiko di sebuah ruang back office. Dan, resiko di kamar isoloasi tentu berbeda dengan resiko di kamar pasien biasa. Nah dengan banyaknya resiko yang ada maka rumah sakit wajib melakukan manajemen resiko/pengelolaan resiko. Hal ini bertujuan agar resiko tersebut bisa diminimalisir atau bahkan dihilangkan.
Manajemen resiko sendiri adalah suatu proses pengelolaan resiko yang dilakukan oleh suatu tim. Biasanya tim ini ditunjuk langsung oleh direktur. Resiko yang dikelola pun tidak hanya sebatas resiko fasilitas, bangunan atau saran prasarana, tapi juga resiko-resiko yang berkaitan dengan keuangan, keamanan, keselamatan pasien, pengendalian infeksi ataupun keselamatan kerja. Pokoknya seluruh aktivitas di rumah sakit deh. Tim yang mengelola resiko ini bernama Tim Manajemen Resiko. Tim manajemen resiko sendiri terdiri dari beberapa unit yang ada di rumah sakit. Nah, Hasil dari proses manajemen resiko biasanya berbentuk risk register (daftar resiko). Nah risk register inilah yang wajib dimiliki oleh rumah sakit, bahkan wajib juga dipunya oleh setiap unit.



Di tempat saya, risk register rumah sakit dibuat dengan cara menyebarkan formulir identifikasi resiko ke setiap unit-unit. Unit-unit itu lalu mengisinya dengan segala resiko atau bahaya yang ada disana. Seperti yang saya singgung diatas, resiko yang dikumpulkan oleh unit tidak sebatas resiko bangunan atau fasilitas fisik saja, tapi juga segala aktivitas pekerjaannya. Semakin banyak unit yang mengisi maka akan banyak pula daftar resiko yang didapatkan. Semakin banyak daftar resiko yang dikumpul maka semakin komprehensif pula hasilnya. Bagusnya, risk register unit harus benar-benar detail, lengkap dan sesuai dengan situasi dan kondisi area kerjanya.

Risk register yang diisi pun tidak hanya kemungkinan-kemungkinan buruk yang akan terjadi saja, tapi juga dari bahaya/kejadian buruk yang pernah terjadi di unit itu sebelumnya. Misal bila di area billing pernah mengalami kejadian menombok uang kasir, maka hal itu haruslah ditulis. Segala kejadian buruk yang pernah terjadi sebaiknya dijadikan prioritas resiko, mengapa? Agar didapat pencegahan/pengendaliannya. Harapannya di masa depan kejadian serupa tidak terjadi lagi.

Risk register rumah sakit sebaiknya selalu diupdate secara berkala dan diidentifikasi secara berkala juga. Di rumah sakit saya, setiap awal tahun, formulir identifikasi resiko disebar ke unit unit untuk diisi, lalu setiap bulan dari K3 RS mengumpulkan semua insiden yang berkaitan dengan K3, alat medis, bangunan, sarana prasarana, lingkungan dan keamanan. K3 RS juga mengumpulkan kejadian kejadian nyaris cidera atau nearmiss yang terjadi setiap bulannya. Semua insiden tersebut di grading resikonya dan diupdate disuatu form risk assesment. Nah setiap awal tahun unit-unit akan mendapatkan risk register (daftar resiko) unitnya masing-masing. Risk register itu harus dipajang di area yang mudah terlihat, biasanya di nurse station. Saat pertengahan tahun, unit-unit akan kembali mendapatkan risk register lagi, kali ini risk register baru, yang sudah diupdate berdasarkan data insiden yang terjadi setiap bulannya.



Di standar akreditasi SNARS 2018, risk register rumah sakit diminta di MFK, PMKP dan PPI. Khusus untuk MFK sendiri risk register diminta di dua elemen penilaian, yaitu EP MFK 4 dan EP MFK 8. Di MFK 4 risk register yang diminta adalah risk register  yang berhubungan dengan keselamatan dan keamanan fasilitas, sedangkan di MFK 8 adalah risk register alat kesehatan.

Buat kamu yang ingin melihat contoh risk register rumah sakit, silakan kamu lihat contoh risk register rumah sakit versi infok3rs.me di bawah ini :

1. Risk register all

2. Risk register keselamatan dan keamanan

3. Risk register alkes


0 Response to "Risk Register Rumah Sakit"